KONTEN

EDITORIAL

Budi Wiyono

Wartawan senior, pengusaha, pengurus asosiasi, konsultan PR, custom trainer, gandrung menyoroti isu-isu yang terkait kebijakan strategis. Lanjut

Ali Cestar

Wartawan freelance, konsultan IT & media dari Persbiro, sering berkutat dalam manajemen wacana. Lanjut


PRESS AFFAIRS

Kirim press release, undangan peliputan atau jumpa pers.


INQUIRY

Forward an inquiry or send request to the secretariate.


NEWSLETTER

You can write here or submit an email to subscribe newsletter:


Untuk berhenti berlangganan Newsletter, klik di sini.

MITRA ASOSIASI

International Federation of Freight Forwarders Associations

Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia

Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia

Indonesia National Shipowners' Association

DPU Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Organda DKI Jakarta

Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia

 

INFO ANTARPULAU

13 Komoditas lokal disikat produk impor

27 April, 2012 by alec sutaryo

13 Komoditas lokal disikat produk impor 13 Komoditas lokal disikat produk imporKomite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menengarai 13 komoditas yang pasarnya tergerus menyusul masuknya produk impor.

Tiga belas komoditas tersebut tersebar di Solo, Boyolali, Karanganyar, Klaten, dan Sragen. Komoditas tersebut di antaranya pelat dan lembaran, kertas fancy dan karton, tes dengan permukaan luar terbuat dari tembaga, sirup glukosa mengandung gula <20%, fruktosa mengandung gula >50%, residu berasal dari jagung, serta apel asal Tawangmangu.

Sekretaris Eksekutif KPPI, Djoko Mulyono, mengatakan 13 komoditas di lima kabupaten/kota Soloraya itu berpeluang mengalami kerugian karena produk impor untuk komoditas dimaksud melonjak tajam.

"Di Solo dan sekitarnya, kami menengarai ada beberapa komoditas. Kalau ada aduan kerugian kami bisa proses lebih lanjut untuk mengambil kebijakan pengamanan," terang Djoko, saat ditemui wartawan, seusai berbicara dalam acara Sosialisasi Tindakan Pengamanan (Safeguards), di The Sunan Hotel, Kamis (26/4/2012).

Sebagai gambaran, impor komoditas fruktosa mengalami lonjakan impor sangat besar hingga 158%.

Pada tahun 2010 impor produk ini hanya 75.651 kg, namun tahun 2011 impor tembus 582.453 kg.

Komoditas lain yang menunjukkan peningkatan nilai impor signifikan adalah kertas fancy dan karton yang meningkat 396%.

Djoko mengakui tidak semua kejadian lonjakan nilai impor berimbas pada kerugian industri atau pengusaha lokal.

Namun hal seperti itu perlu diperhatikan sejak awal.

Menurutnya, KPPI bisa memproses aduan industri lokal yang dirugikan dengan masuknya produk impor.

Industri tersebut hanya perlu menunjukkan data-data pendukung.

Djoko memastikan industri tidak ada dikenai biaya apapun.

Bahkan soal data-data, pihaknya berani menjamin data-data kerugian perusahaan akan dijaga kerahasiannya.

Di Soloraya, dia memberi contoh, sudah ada perusahaan yang ikut mendukung upaya melindungi produk lokal ini, yakni PT Sritex.

Perusahaan tersebut memberikan data-data lengkap yang meyakinkan sehingga KPPI merilis kebijakan perlindungan komoditas benang kapas selain benang jahit per 6 Juni 2011.

 

SPONSOR

PT Monang Sianipar Abadi

Scan Shipping

PT Uniair Indotama Cargo

PETA DKI

Informasi rute dan jalan raya Jabodetabek, peta DKI Jakarta, Jawa, Nusantara, dunia, dst.


POLLING

Jangan lewatkan Jajak Pendapat soal pelayanan pelabuhan Tanjung Priok.


CURRENCIES

Konversi Kurs antarmata uang dunia, kurs harian BCA & kalkulator Java.


DOCUMENT

Syarat kelengkapan dokumen untuk pengurusan Rekomendasi Gafeksi untuk mendapatkan SIUJPT baru dari Dinas Perhubungan DKI.


LOGO FORWARDER

Contoh logo-logo generik yang umumnya banyak dipakai oleh perusahaan forwarder, logistik dan ekspedisi di dunia.


IKLAN

Bank CIMB Niaga

Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti

PT Emirad International Logistics

PT Asuransi Umum Videi

PT Airin, Indonesian Air & Marine Supply

PT Pelabuhan Indonesia cabang Tanjung Priok

PT Schenker Petrolog Utama

PT Berlian Jasa Terminal Indonesia

PT EDI Indonesia

Speedmark Indonesia

 

 
ALFI d/h Gafeksi DKI Jakarta - 2012
Web developer: Kliping Online