RI masih impor pilotPerkembangan kedirgantaraaan di Indonesia masih memprihatinkan, pasalnya Indonesia masih mengimpor pilot dari Luar Negeri. Yakni, dari sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat.
Kebijakan finansial RI gagalKepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini masih banyak saham bank lokal yang diperjualbelikan kepada investor asing. Kebijakan moneter yang dikendalikan pihak asing bisa mengacaukan perekonomian nasional.
RI di antara gandum & kakaoSeorang eksekutif koperasi terbesar Australia CBH Group memprediksi Indonesia bakal menggantikan posisi Mesir sebagai importir gandum terbesar dalam lima tahun mendatang.
Banjir impor hambat daya saing industriMembanjirnya produk impor yang ada di pasar dalam negeri membuat produk dalam negeri makin terhimpit. Untuk itu semangat penguatan daya saing industri terus digalakan agar produk dalam negeri bisa bertahan dari gempuran produk impor.
Kontribusi FDI ke PDB tak signifikanChief Economist PT Bank Mandiri Tbk, Destry Damayanti mengatakan, kontribusi investasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) akan semakin menurun pada tahun ini.
Impor pulp melonjak 300%Pemberlakukan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sejak awal tahun ini justru memukul industri pulp lokal. Buktinya, sejak diterapkan sertifikasi SVLK mulai Januari 2013, ternyata impor pulp atau bubur kayu justru meroket sampai 300% per bulan.
Asumsi makro pemerintah keliruEkonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, menilai asumsi makro ekonomi yang notabene sebagai basis perencanaan keuangan negara, banyak terdapat kekeliruan.
RI tendang 2 perusahaan migas ASSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menduga, salah satu penyebab dua perusahaan migas asal Amerika Serikat hengkang dari Indonesia adalah buruknya birokrasi hukum di negara ini, seperti pada penanganan kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi Chevron.
70% Produk hortikultura Carrefour lokalPengelola ritel Carrefour, PT Trans Retail Indonesia mencatat produk hortikultura yang diperdagangkan di Carrefour hampir dikuasai oleh produk lokal. Ini terjadi semenjak diterbitkannya aturan impor oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).